Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Inspirational Letter

Inspirational Letter 

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.

Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”
Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”
Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja

Senin, 25 Februari 2013

KEBENARAN YANG TERUCAP KADANG MENJADI KESALAHAN YANG TAK TERDUGA

Konon ada cerita Cina kuo. Aa sebuah keluarga bahagia yang sedang melahirkan anak yang pertama. Tentu betapa suka citanya keluarga ini, sampai para tetanggpun ikut merasa suka cita dan bergiliran memberikan ucapan selamat.

Tetangga yang pertama berkata" wah bayi ini sangat ganteng, Pasti kelak akan menjadi pemimpin besar". maka keluarga ini pun berterima kasih dan mengucapkan pujaan yang bertubi2 serta memberikan hidangan sampai ia mohon ijin pulang.

Tidak berapa lama tetangga yang kedua berkata," wah bayi ini sangat menarik, kelak ia akan menjadi saudagar yang terkemuka." Maka keluarga inipun mengucapkan terima kasih dan menyajikan hidangan kepada tetangga kedua tersebut.

Selanjutnya tetangga ke tiga berkata'" Bayi ini ganteng dan menarik, dia akan mati." saat itu pula dia diusir dan dicacimaki  disuruh pergi dari lokasi itu, akhirnya pergilah tetangga tersebut walaupun dia mengucapkan suatu kebenaran bahwa bayi itu kelak akan mati dan ga tahu sampai usia berapa bayi itu akan mati bahkan mungkin 100 tahun lagi.

Ternya menyampaikan suatu kebenaran harus di sampaikan dengancara dan waktu yang benar pula.
(sumber : lubang pd tembok akal)

Senin, 18 Februari 2013

D I A M





Diam bukan kerana kita pengecut

Diam Bukan berarti bodoh

Diam Bukan berarti tak tahu

Diam Bukan karena takut



Diam itu hikmah,
Diam itu menyerap ilmu
Diam itu mengatur gerak

Diam itu membaca tingkah
Diam itu membentuk sabar
Diam itu mengekang nafsu



Peliharalah akhlak mu 
karena ia adalah sumber kecantikan mu.

Peliharalah agama mu 
karena ia adalah pegangan mu.

Peliharalah amalan mu 
karena ia adalah pakaian ukhrawi mu.

Peliharalah lisan mu 
karena ia adalah hati mu yang menentukan baik buruk diri mu...

Minggu, 17 Februari 2013

CINTA YANG SEMPURNA

Ada sepasang suami isteri, dimana sang isteri dalah wanita yang sangat amat cantik tanpa cacat sedikit pun Dan suaminya sangat Mencintai, begitu juga isterinya.

Di hari² itu, sedang maraknya tersebar penyakit kulit yang akibatnya merusak keindahan kulit dan sang isteri merasa dirinya tertular Wajahnya pun mulai hancur digerogoti penyakit, pada saat itu sang suami sedang berada diluar dan blm mengetahui bahwa isterinya terserang Penyakit kulit tsb.

Dalam perjalanan pulang, sang suami mengalami kecelakaan yg membuat cacat pada kedua matanya

Dari hari ke hari....sang isteri yg pada mulanya bidadari berubah menjadi wanita yang amat jelek dan menyeramkan namun sang suami tak bisa melihatnya dan kehidupan merekapun berjalan seperti biasa dg penuh kasih sayang dan cinta seperti awal mereka menikah.

Berjalan 40 th sang isteri meninggal dan sang suami sangat bersedih & merasa kehilangan sekali.

Dipemakaman sang suami orang terakhir yg keluar dari pemakaman sang isteri.

Ketika berjalan, datanglah seorang menyapa,"Pak, bpk mau kemana???"Saya mau pulang" jawab sang suami, Mendengar jawaban nya, orang tsb bersedih dgn keadaan sang suami buta dan sendiri.

Lalu orang tersebut berkata :"bukankah bpk buta dan selalu bergandengan dengan sang isteri? Gimana sekarang bapak mau pulang sendiri ?"

"Sebenarnya saya tidak buta, selama 40 tahun saya hanya berpura² buta agar isteri saya tidak minder atau rendah diri, kalau saya mengetahui bahwa dia sakit dan wajahnya berubah menjadi menakutkan" jawab sang suami.

Subhanallah, sungguh cinta itu begitu mengagumkan ketika bukan berlandaskan atas nafsu belaka.
Sahabat, Terima pasangan kita apa adanya dg segala kekurangan dan kelebihannya karena kita bukan mencari orang yg sempurna tetapi bagaimana mencintai pasangan kita dgn cara yg sempurna dalam situasi dan kondisi apapun

Kamis, 24 Januari 2013

Janji Ucup Untuk Bunda


Matahari bersinar dengan lembut, udara pagi masuk ke ruang kamar yang remang-remang membuat udara kamar menjadi sangat menyegarkan. Pagi itu terdengar juga suara burung berkicau tapi tidak bersahutan, mungkin si burung sedang membangunkan teman-teman burung lainnya yang masih terlelap.

Pagi itu, Ucup terbangun dengan sebuah pikiran berkecamuk di kepalanya. “Sudah bulan apa ini?” .. “Bagaimana dengan pencapaianku tahun ini?” .. “Bagaimana dengan target-targetku yang aku sudah ucapkan di awal tahun?” .. “Bagaimana dengan cita-citaku memberikan ‘lebih’ untuk kedua orang tuaku?”Ucup tidak segera bangun, tapi ia tetap tinggal di atas kasurnya, setengah terpejam, sambil memikirkan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang menghujam pikirannya itu. Terngiang ucapannya yang ia ucapkan kepada ibundanya di awal tahun..

“Ibu, mohon doakan aku, tahun ini aku akan melipat gandakan penghasilanku melalui usahaku, aku ingin membahagiakan Ibu dengan hasil itu. Mohon doa restunya”.

Begitu ucapnya, janjinya, cita-citanya yang ia ungkapkan di hadapan sang Ibunda tercintanya. Tak terasa setitik air mata menetes di ujung mata yang masih terpejam itu. Mengingat selama ini Ucup merasa usahanya belum maksimal, ia lebih banyak bermain-main, melakukan hal-hal yang bukan seharusnya menjadi prioritasnya.

“Usia Ibu tidak muda lagi, kapan kamu mau mulai membalas jasa-jasanya?”

suara itu semakin memburunya..

“Wajah Ibu sudah mulai banyak berkerut di sana sini, kapan kamu mau membalas kebaikan-kebaikannya?”

suara itu kembali mengejarnya..

“Ibu memang tidak pernah meminta apa-apa, tapi apakah engkau tidak ingin melihatnya tersenyum sambil menangis karena bangga melihat anaknya berhasil?”

suara itu makin mengaduk emosinya..

Suara itu semakin membuat air matanya mengalir.. Ucup merasa berdosa, ia sangat mencintai Ibundanya tapi terkadang godaan dalam kesehariannya membuat ia lupa akan cita-citanya membahagiakan sang Ibu. Lingkungannya yang melenakan membuat ia lupa akan janjinya memberikan hanya yang terbaik untuk Ibundanya.

….

Sobat-Motty, bisa jadi kita adalah Ucup. Yang lupa bahwa kita harus membayar pengorbanan Ibu kita membesarkan kita dengan sepenuh cinta. Yang harus membuat bangga Ayah dengan kita menjadi manusia yang berhasil.Yang bisa membuat Ayah dan Ibu berkata
“Ini anakku.. aku bangga kepadanya!”

http://motivatweet.com/wp-content/uploads/2011/09/ibunda1.jpg

Sabtu, 29 Desember 2012


Silahkan ambil kalkulator, atau hitung tanpa kalkulator boleh klo otaknya encer...heee

1.ketik tanggal lahir kamu. . (tanggal'a aja)
2.lalu di kalikan 4
3.di tambah 13 ... 
4.di kalikan 25
5.di kurang 200
6.di tambah bulan lahir kamu. .
7.di kalikan 2
8.di kurangi 40
9.di kalikan 50
10.di tambah 2 digit terakhir dari tahun kelahiran kamu. .
11.terakhir di kurang 10.500. .

liat hasil'a. . . . koq bisa?...

Sabtu, 27 Oktober 2012

EKSPRESI Idul Adha 2012

Hari ini , 27 Oktober.......merupakan hr ke 1 taysrik, masih suasana hr raya Idul Adha ,...di sana sini terdengar suara gema takbir,.....kulihat di beberapa berita pad stasiun TV, ...masih menghiasi suasana kurban di beberapa tempat . Tp ada yg agak tertarik berita di salah satu berita on line, menampilkan judul :

" Takmir Masjid Tak Kuasa Tahan Tangis Terima Hewan Kurban Dari Pasangan Pemulung "

Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai pemulung memberikan dua hewan kurban di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Pengurus masjid yang menerima dua ekor kambing itu menangis terharu.
"Saya nangis, tidak kuat menahan haru," ujar Juanda (50), salah satu pengurus Masjid Al Ittihad saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (26/10).
Juanda menceritakan Selasa (23/10), seorang pemulung bernama Maman datang ke Masjid Al Ittihad. Masjid megah ini terletak di kawasan elite Tebet Mas, Jaksel.
"Bawanya pakai bajaj. Dia kasih dua ekor kambing untuk kurban. Dia bicara tegas, justru saya yang menerimanya tak kuat. Saya menangis," kata Juanda.
Kambing yang dikurbankan pasangan Pemulung tersebut ada yang berwarna coklat dan putih. Kambing itu justru yang paling besar di antara kambing-kambing lain.
Dia menceritakan pengurus lain pun terharu mendengar cerita ini. Begitu juga jamaah salat Idul Adha yang mendengar pengumuman lewat pengeras suara sebelum salat.

Siapakah Pasangan Pemulung tersebut?



Pemulung yang berkurban di Masjid Al Ittihad Tebet bernama Yati (60) dan Maman (35). Sehari-hari mereka berprofesi sebagai pemulung. Pasangan suami istri ini tinggal di gubuk triplek kecil di tempat sampah Tebet, Jakarta Selatan.
Didalam rumahnya. Tak ada barang berharga di pondok 3x4 meter itu. Sebuah televisi rongsokan berada di pojok ruangan. Sudah bertahun-tahun TV itu tak menyala.Wanita asal Madura ini bercerita soal mimpinya bisa berkurban. Dia malu setiap tahun harus mengantre meminta daging.
"Saya ingin sekali saja bisa berkurban. Malu seumur hidup hanya minta daging," katanya.
Yati mengaku sudah lama tinggal di pondok itu. Dia tak ingat sudah berapa lama membangun gubuk dari triplek di jalur hijau peninggalan Gubernur Legendaris Ali Sadikin itu.
"Di sini ya tidak bayar. Mau bayar ke siapa? ya numpang hidup saja," katanya ramah.
Setiap hari Yati mengelilingi kawasan Tebet hingga Bukit Duri. Dia pernah kena asam urat sampai tak bisa jalan. Tapi Yati tetap bekerja, dia tak mau jadi pengemis.
"Biar ngesot saya harus kerja. Waktu itu katanya saya asam urat karena kelelahan kerja. Maklum sehari biasa jalan jauh. Ada kali sepuluh kilo," akunya.

Keinginan Berkurban ditertawakan rekaan rekannya

Yati (55) menabung susah payah untuk berkurban. Wanita yang berprofesi sebagai pemulung ini mengaku sempat ditertawakan saat bercerita seputar niatnya untuk berkurban.
“Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel ngapain kurban,” cerita Yati kepada Merdeka, Jumat (26/10).
Tapi Yati bergeming. Dia tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan kurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, Yati bisa berkurban tahun ini.
Yati mengaku sudah seumur hidup ingin berkurban. Wanita tua asal Madura itu malu terus mengantre daging kurban. Keinginan ini terus menguat, saat Bulan Ramadan. Yati makin giat menabung.
“Saya ingin sekali saja, seumur hidup memberikan daging kurban. Ada kepuasaan, rasanya tebal sekali di dada. Harapan saya semoga ini bukan yang terakhir,” jelasnya.
“Pada bilang apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masa tidak pernah kurban. Malu cuma nunggu daging kurban,” beber Yati.